Saya melakukan
asumsi saya itu pertam melalui via sms, saya sms ke pada teman saya yang sudah
lama kita gak pernah kontekan lagi di karnakan ke sibukan masing-masing teman saya yang sibuk kerja dan saya yang sibuk dengan kuliah saya. Pada hari
pertama saya sms saya mengatakan “assalamualaikum apa kabar sobat . . . ?” dan
dia membalas sms saya dengan baik dia mengatakan “waalaikum salam baik sobatku,
kamu sendiri bagaimana kok lama gak ada kabar ?” asumsi saya pada waktu itu
sama seperti balasan sms dari teman saya itu bahwasannya teman saya itu akan
membalas dengan baik. Kemudian hari kedua saya sms lagi dengan menggunakan
kata-kata yang sama yaitu “assalamuaikum apa kabar sobat . . .? kemudian teman
saya itu membalas lagi sms saya dan dia mengatakan hal yang sama akan tetapi
dengan kata-kata yang berbeda “waalaikum salam sobatku, kabarku baik. loh kamu
kok nanyak kabar aku lagi kemaren kan kamu sudah menanyakannya sobat ? wah
kayaknya sobat aku ini sudah mulai pikun, hehehehehehe” padahal diwaktu itu saya berasumsi bahwasannya
kalau dia itu tidak akan membalas sms
saya karna pada waktu itu saya tau kalau dia itu lagi sibuk bekerja. Dan pada
hari ketiga saya sms menanyakan lagi kepada teman saya itu dengan kata-kata
yang sama pula “assalamualaikum apa kabar sobat . . . ? dan pada hari itu
asumsi saya benar ternya dia tidak membalas sms asaya, tidak tau kenapa ? apa
karna dia lagi sibuk atau karna dia males yang mau bales sms saya. Dan pada
hari ke empat saya sms lagi dengan kata-kata yang sama pula saya mengatakan “assalamualaikum
apa kabar sobat . . .?” dan kemudian dia menjawab sms saya akan tetapi dia
membalas dengan kata-kata yang kurang bauk “waalaikumsalam baik, kenapa sih
kamu nanyak kabar terus sama aku kayak udah mau mati aja kamu itu” balasan yang
tak pernah terfikirkan dari aku padahal waktu itu saya berfikir kalau dia itu
akan membalas dengan baik, sama seperti pada saat hari hari sebelumnya. Dan pada
hari kelima saya sms lagi dengan menggunaka kata-kata yang sama pula “assalamualaikum
apa kabar sobat . . . ?” akan tetapi dia tidak membalas sms saya mungkin karna
dia emang sudah empet banget sama sms saya yang setiap hari sama. Padahal waktu itu saya
berasumsi kalau dia itu akan membalas sms saya meskipun dengan kata-kata yang
kurang baik pula. Dan pada hari terakhir saya sms lagi dengan menggunakan tetap
dengan kata-kata yang sama dan dia pun membalas sms saya akan tetapi balasannya
sangat tidak baik dia mengatakan “ apa kamu itu fir, kamu sudah gila yaa. Tiap hari
kamu sms ke aku nanyak kabar terus gak bosen apa kamu ? akuloh yang mau jawab
aja udah bosen banget. Kamu itu emang sudah setres ya ?” balasan yang sangat
tak pernah terbayangkan dalam otak saya padahal waktu itu saya cuman berfikir
kalau dia itu tidak akan membalas sms dari saya eh ternyata dia membalas dengan
kata-kata yang membuat saya ngakak saat membacanya. Kemudian berhung itu hari
terakhir lalu saya menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi. Kemudian dia pun
ikut-ikut tertawa saat dia tau apa yang sebenarnya terjadi.
Dari kejadian yang saya ketik di atas saya dapat menyimpulkan bahwasanya tidak selalu apa yang kita fikirkan kepada orang lain itu tepat sesuai dengan apa yang kita fikirkan, bisa saja salah dan juga bias saja itu benar karena sudah saya buktikan sendiri seperti apa yang saya ketik di atas.
Dari kejadian yang saya ketik di atas saya dapat menyimpulkan bahwasanya tidak selalu apa yang kita fikirkan kepada orang lain itu tepat sesuai dengan apa yang kita fikirkan, bisa saja salah dan juga bias saja itu benar karena sudah saya buktikan sendiri seperti apa yang saya ketik di atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar